Call Me Nancy : Kumpulan Pop Sehari-hari

logo Call Me Nancy

Setelah Friday, Sunday Market Records akan meliris album dari sebuah band pop yang sempat mati suri, Call Me Nancy. Mereka menyajikan musik yang manis dan gelisah serta penuh kenangan. Album Call Me Nancy bertajuk “Pagi” akan diliris oleh Sunday Market Records pada tanggal 16 Agustus 2014 di Sunday Market vol.07 “Merdeka Bung!”. Mari duduk manis, minum es coklat, dan menyimak tanya jawab sederhana kami dengan Call Me Nancy berikut ini.

Nama “Call Me Nancy” menceritakan siapa/apa?

Jadi waktu itu ada teman kami yang sedang naksir dengan seseorang bernama Nancy, dia selalu bilang, “Nancy kenapa nggak telpon-telpon?”. Kami pikir kok lucu juga dan pada tahun 2004-2005 band-band pop di Surabaya cenderung memakai nama-nama cewek, seperti Jessica Loves Monday. Kami terinspirasi dari itu, maka terbentuklah nama Telpon Aku Nancy alias Call Me Nancy.

Bagaimana pertemuan awal Call Me Nancy dan kisah selanjutnya?

Call Me Nancy mulai dibangun tahun 2004 oleh Bundi (vocal) dan Dessa (gitar). Mereka berdua jenuh dengan banyak band yang full distorsi dan ingin membuat band pop yang enak didengar. Karena masih kurang personil, mereka mengajak Haris yang sudah biasa memegang bass dan Oni untuk mengisi drum sebagai formasi awal. Lalu masuk Sukma yang menggantikan posisi Haris yang berpindah ke gitar.

Sekitar tahun 2005 awal, Dessa dan Oni hengkang ke Jakarta, kemudian Sukma menyusul pergi. Tahun 2006 awal posisi Dessa digantikan oleh Andre (gitar) dan posisi Sukma digantikan oleh Adith (bass), sedangkan posisi drummer masih menggunakan additional. Tahun 2006 akhir Fendy masuk mengisi posisi drum. Tahun 2007 Andre mengundurkan diri karena urusan pekerjaan. Setelah Call Me Nancy vakum selama setahun, tahun 2008 Mbeng masuk menggantikan posisi Andre di gitar, inilah formasi terakhir dari Call Me Nancy. Setelah itu semua personel sudah mulai sibuk bekerja, Call Me Nancy memutuskan untuk bubar di akhir tahun 2009.

Referensi musik Call Me Nancy dan keadaan Surabaya saat itu?

Referensi musik saat itu adalah The Cure, Radiohead, Stone Roses, dan Radio Dept. Saat itu Surabaya sedang ramai musik garagerock, rock, metal, dan masih sedikit juga yang memainkan postrock.

Panggung pertama Call Me Nancy?

Panggung pertama kami adalah pembukaan distro Infrared di daerah Pondok Candra kalau tidak salah tahun 2005 awal. Pada saat itu kami masih belum punya lagu sendiri dan masih meng-cover lagu-lagu dari Radiohead dan Stone Roses.

Demo pertama kalian?

Demo pertama Call Me Nancy adalah lagu Pagi dan Hai Onie sekitar akhir tahun 2005. Diproduksi dengan keterbatasan alat dan materi, dibuat dengan terburu-buru karena akan ditinggal oleh Dessa dan Oni ke Jakarta. Direkam di studio rekaman daerah Unair yaitu Musiccalo. Lalu tahun 2006 awal mulailah penggarapan mini album yang berisikan 5 lagu dengan judul “Pagi” mulai dikerjakan setelah masuknya Andre dan Adith.

Saat itu Mp3 lagu kalian sudah tersebar dengan mudah lewat P2P (peer to peer), bagaimana dengan respon para pendengar?

Respon para pendengar senang karena ada warna musik baru di Surabaya yaitu pop. Anak-anak indiepop lumayan terhiburlah dengan adanya Call Me Nancy. Jadi tidak melulu setiap gigs diisi dengan warna musik seperti garagerock, rock, dan metal. Anak-anak skena pop juga bisa mempunyai warna tersendiri di permusikan Surabaya.

Bagaimana dengan proses berkarya, pemilihan sound, referensi musik, penulisan lirik?

Untuk referensi musik tahun 2008, kami banyak terpengaruh dengan Sigur Ros. Untuk pemilihan lirik lebih kepada pengalaman pribadi, keinginan, apa yang terjadi sehari-hari sih. Untuk pemilihan sound, saat itu terpengaruh dengan materi sound dari The Radio Dept. Proses berkarya biasanya kita mengkonsep lagu di rumah Bundi, bikin musik dulu setelah musik jadi baru kami pilih lirik mana yang cocok untuk lagu tersebut, mau kami isi apa lagu ini.

Deskripsi musik Call Me Nancy?

Pop aja sih, tapi banyak yang bilang Call Me Nancy banyak terinspirasi dari The Cure karena isian harmonisasi dari setiap gitar. Tapi menurut kami, Call Me Nancy lebih terpengaruh dari band-band seperti rumahsakit, The Sastro, dan yang paling pasti adalah Planet Bumi.

Bagaimana dengan rencana produksi album dan reuni Call Me Nancy di Sunday Market?

Rencana yang pertama adalah ingin membangkitkan lagi nuansa pop di Surabaya. Kemudian kami ingin memberi kenang-kenangan untuk teman-teman semua lagu Call Me Nancy yang belum pernah diproduksi dalam format CD full album. Harapan kami saat ini adalah munculnya penerus skena musik pop di Surabaya.

 

Logo Call Me Nancy oleh Bagus Priyo Beruang (Bagong)

Soundcloud Page : https://soundcloud.com/callmenancy/

Twitter Account : @_callmenancy